• Analisis Usability Web www.kameraonline.com – Bagian 3

    Date: 2011.01.27 | Category: Usability Web (Interaksi Manusia& Komputer) | Response: 0

    Postingan kali ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya mengenai usability web dari situs www.tokokameraonline.com menurut Nielson.

    6. Recognition Rather Than Recall, yaitu dengan cara mengurangi beban memori user sehingga user tidak perlu mengingat informasi dari halaman satu ke halaman lain.

    -Situs www.tokokameraonline.com tidak memanfaatkan penggunaan ikon.  Meskipun demikian, pada  tahap pemesanan, user terdaftar tidak perlu memasukkan identitas kembali, cukup sekali pada saat registrasi, namun disediakan menu untuk mengantisipasi jika alamat user berubah seperti pada gambar berikut ini.

    Jika alamat tidak diganti oleh user, transaksi dpt langsung diproses, namun jika diganti alamat lain, user harus mengisi form identitas kembali.

    7. Flexibility and Efficiency of Use, yaitu sistem harus mudah dan efisien ketika digunakan oleh pemula maupun orang yang sudah ahli.

    Menurut saya, kalkulator di dalam situs ini yang berfungsi untuk mengkonversi mata uang dari dolar ke rupiah cukup efisien.  User tinggal memasukkan nominalnya saja tanpa harus menekan tombol, dan hasil langsung ditampilkan.

    Pada menu categories, pemilihan sub-sub menu kurang fleksibel, sehingga terkadang harus diulang beberapa kali untuk memilih submenu yang diinginkan.

    Pada menu pencarian, terjadi ketidakefisienan dimana tampilan hasil pencarian memiliki pagination yang terletak di bagian bawah sehingga user terpaksa harus melakukan scroll ke bawah.

    Namun, ketika user ingin mencari suatu produk, user dimudahkan dengan adanya menu yang dapat mengurutkan hasil pencarian berdasar abjad, harga, maupun waktu (produk lama atau baru).

    Secara keseluruhan, antarmuka situs ini mudah digunakan oleh user, karena tampilannya tidak bertele-tele.

    8. Aesthetic and Minimalist Design, yaitu tampilan informasi dan elemen desain tidak boleh berlebihan, karena keduanya akan bersaing secara visual dengan informasi yang lebih relevan di layar.

    Situs www.tokokameraonline.com memiliki tampilan yang minimalis dan tidak berlebihan sehingga semua informasi tersampaikan kepada user, meskipun dalam hal pemilihan warna masih kurang kontras satu sama lain sehingga tampilan website ini kurang terlihat ‘bersemangat’.

    Namun, dengan adanya promosi sebuah produk yang berjalan-jalan cukup mengganggu user. Berdasar pengamatan saya, ternyata tulisan berjalan tersebut hanya mempromosikan satu produk saja yang diulang-ulang. Padahal, tanpa perlu berjalan-jalan pun informasi mengenai promosi satu jenis produk tersebut tetap tersampaikan.

    Situs ini juga memiliki whitespace dengan komposisi yang cukup tepat, misalnya ddalam hal jarak antar tulisan.

    Menurut saya pribadi, situs ini menampilkan header yang kurang menarik. Seharusnya kotak login dan keranjang belanja tidak perlu dibuat sebesar itu, sehingga logo pada header dapat dibuat lebih panjang. Logo sangat penting karena menunjukkan identitas dari situs tersebut, sehingga kalau bias dibuat semenarik mungkin.

    9. Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors, yaitu pesan kesalahan wajib ada untuk memberikan petunjuk bagi user tentang tata cara mengatasi kesalahan yang diperbuat.

    Situs ini sudah sangat baik dalam hal menampilkan pesan kesalahan kepada user.  Ketika user melakukan registrasi dan user salah memasukkan format alamat email, maka akan tampil pesan kesalahan berikut cara penulisannya yang benar.  Sama halnya ketika user salah memasukkan konfirmasi password yang tidak sama dengan password yang telah diketikkan, maka akan ditampilkan juga pesan kesalahannya.  Gambar berikut mengilustrasikan penjelasan diatas.

    Pada menu testimonial, jika kita salah memasukkan kode captcha, maka pesan error pun akan ditampilkan.

    Begitu pula pada saat user sukses melakukan transaksi.  Sistem akan menampilkan nomor nota dan pesan seperti berikut ini.

    10. Help and Documentation, yaitu sistem menyediakan bantuan dan dokumentasi tentang penggunaan sistem.

    Pada situs www.tokokameraonline.com, tidak tersedianya FAQ (Frequently Asked Questions ) menyulitkan user yang menemui kendala dalam bertransaksi. Pemilihan cara pembayaran ada dua, yaitu melalui ‘transfer’ dan melalui ‘lainnya’. Namun, sampai proses transaksi selesai, tidak ada pemberitahuan kepada user mengenai kelanjutan proses transaksi jika user memilih cara pembayaran ‘lainnya’.

    Adanya menu how to buy cukup membantu user pada saat ingin melakukan pesanan. Namun karena menggunakan bahasa Inggris, tidak semua user dapat mengerti dan mengambil informasi pentingnya.

    Selain itu, dengan adanya menu sitemap, dapat membantu user dalam melihat produk secara keseluruhan.

    Dokumentasi seperti yang ditampilkan pada gambar berikut dapat mencegah user dalam melakukan kesalahan.

    Demikianlah analisis mengenai usability dari situs www.tokokameraonline.com. Lebih dan kurang saya mohon maaf.  Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Terima kasih…  :) :)

    Pd menu search, tampilan hasil pencarian memiliki pagination yg t’letak di bagian bawah shg t’paksa hrs scroll ke bwh…

  • Analisis Usability Web www.kameraonline.com – Bagian 2

    Date: 2011.01.27 | Category: Usability Web (Interaksi Manusia& Komputer) | Response: 0

    Tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya yang akan berisi pembahasan mengenai usability web dari situs www.tokokameraonline.com.  Usability web akan dianalisis berdasarkan heuristik usability dari Nielsen.

    Menurut Jacob Nielsen, usability web merupakan kombinasi beberapa faktor berupa : 1)seberapa mudah dan cepat suatu website untuk digunakan dan dipelajari oleh user (Ease of learning),  2)seberapa efisien  website itu ketika digunakan oleh user (Efficiency of use), 3) seberapa mudah suatu website untuk diingat (Memorability), 4) seberapa banyak user yang merasa nyaman dalam menggunakan website tersebut (Subjective satisfaction),  5)seberapa sering user membuat kesalahan saat sedang menggunakan website tersebut (Error frequency and severity).

    Jika user  tidak dapat atau tidak akan menggunakan suatu fitur tertentu dalam website tersebut, maka lebih baik fitur tersebut tidak perlu ada.

    Berikut ini, saya akan langsung membahas usability dari situs www.tokokameraonline.com.  Metode pengkajian yang saya gunakan dalam  menilai usability dari antarmuka website ini, yaitu Nielsen usability heuristik, yang meliputi:

    1. Visibility of System Status, yaitu seberapa baik feedback status dari sistem kepada pengguna.
    -Pada situs www.tokokameraonline.com, terjadi perubahan warna garis menjadi biru ketika user melakukan mouseover  pada salah satu menu.  Lain halnya, pada saat user melakukan mouseover pada menu kategori, perubahan warna kurang terlihat jelas karena sebelum di mouseover digunakan warna putih keabuan, setelah mouseover  berubah menjadi warna abu-abu yang sedikit lebih tua dari sebelumnya.

    Beberapa gambar yang menampilkan mouseover:

    Pada menu home, how to buy, site map, about us, dan contact us, penanda halaman aktif hanya terlihat pada title bar dipojok kiri atas sehingga kurang terlihat oleh user. Tidak terjadi perubahan warna pada tab menu itu sendiri, sehingga mempersulit user dalam mengetahui dimana posisinya saat ini.

    Jika user memilih salah satu submenu pada menu categories yang terletak di sisi kiri, terdapat breadcrumb yang membantu user untuk mengetahui posisi halaman yang sedang aktif, sehingga user tidak bingung dan kehilangan jejak terhadap posisinya saat ini.

    2. Match Between System and the Real World, yaitu sistem harus menampilkan bahasa atau ikon tertentu yang familiar dengan user pada dunia nyata.

    -Pada situs www.tokokameraonline.com, menu-menu utama menggunakan bahasa Inggris yang mungkin cukup familiar bagi kebanyakan user. Namun, ketidakkonsistenan terjadi pada menu registrasi (belum daftar) dan menu keranjang belanja yang menggunakan bahasa Indonesia.

    Secara keseluruhan, website ini tidak menimbulkan kebingungan user walaupun dalam pemilihan bahasa terjadi ketidakkonsistenan.

    3. User Control and Freedom, yaitu pengguna harus dapat mengontrol sistem dan memiliki kebebasan melakukan apa saja terhadap sistem tanpa merasa dipersulit.

    -Pada halaman keranjang belanja, situs ini menyediakan fungsionalitas untuk menghapus pesanan (daftar produk yang telah masuk keranjang belanja).  Jika ternyata produk yang dipesan ingin dibatalkan, maka user hanya perlu melakukan klik pada tanda silang di sebelah kiri nama produk.  Selain itu, pada halaman tersebut terdapat tombol back untuk kembali berbelanja (kembali ke halaman yang menampilkan bermacam-macam produk) serta tombol recalculate untuk menghitung ulang biaya pembelian.

    -Setelah melakukan pemesanan, terdapat pilihan menu untuk memasukkan alamat mana yang akan menerima kiriman barang.  Jika alamat user tidak berubah, maka user hanya perlu melakukan klik pada tombol OK dan langsung masuk ke langkah selanjutnya.  Namun, jika ternyata user menginginkan barang pesanan dikirim ke alamat lain yang berbeda dengan alamat yang tertera di identitas diri user, maka user bisa memasukkan alamat lain tersebut tanpa harus melakukan perubahan ulang terhadap identitas diri.

    -Setelah tiba pada tahap konfirmasi, user tetap diberi keleluasaan dalam mengontrol maupun kebebasan, dimana user dapat melakukan edit belanja jika ternyata ada barang yang ingin ditambahkan ke keranjang belanja ataupun barang yang tidak jadi dibeli.  Selain itu, user juga dapat melakukan perubahan metode pembayaran dan alamat pengiriman jika ternyata user salah memilih/ menginputkan pada langkah sebelumnya.

    4. Consistency and Standards, yaitu terminology, bahasa, ikon, dan kontrol user harus konsisten di semua antarmuka.  Sebaiknya desain antarmuka menggunakan sesuatu yang telah familiar di sisi user.

    -Pada situs ini, bahasa yang digunakan sangat tidak konsisten karena penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia nya bercampur-baur.  Menu-menu utama kebanyakan menggunakan bahasa Inggris karena mungkin istilah tersebut standard sehingga cukup familiar dengan user.  Namun, ternyata ada juga beberapa menu yang menggunakan bahasa Indonesia.

    Isi situs ini juga tidak konsisten, dimana ada beberapa konten menu yang di dalamnya menggunakan bahasa Indonesia, namun ada pula yang isi utamanya menggunakan bahasa Inggris.  Tatacara bertransaksi (pada menu how to buy) dijelaskan dengan bahasa Inggris padahal situs ini merupakan e-commerce lokal, dimana kebanyakan usernya berasal dari Indonesia.

    –  Text link cukup konsisten pada semua antarmuka di dalam situs ini, yaitu berwarna biru.

    -Selain itu, penggunaan nama menu pada situs ini terlihat tidak konsisten.  Pada halaman awal, digunakan nama ‘keranjang belanja’, sedangkan pada halaman pemesanan digunakan istilah ‘tas belanja’

    5. Error Prevention, yaitu mencegah user melakukan kesalahan dalam menggunakan antarmuka suatu sistem.

    -Form login pada situs www.tokokameraonline.com, tidak ada pemberitahuan jika user salah memasukkan password. Tampilan yang muncul hanya form email dan password yang kosong tanpa pesan kesalahan.

    -Pencegahan error sudah dilakukan pada situs ini, yaitu seperti yang dilingkari pada gambar dibawah ini.

    Pada form pengisian data diri, pencegahan error dilakukan dengan memberi pesan bahwa textfield yang bertanda bintang (*), wajib diisi. Password juga harus berupa karakter alfanumerik agar tidak terjadi error.

    Selain itu, pada form contact us, user diberi keterangan bahwa judul textfield yang bold wajib diisi agar tidak terjadi error.

    Analisis selanjutnya akan dibahas pada postingan Analisis Usability Web www.kameraonline.com – Bagian 3, dimana situs www.tokokameraonline.com ini akan dikaji berdasarkan:
    6. Recognition Rather Than Recall
    7. Flexibility and Efficiency of Use
    8. Aesthetic and Minimalist Design
    9. Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors
    10. Help and Documentation

    Setelah tiba pada tahap konfirmasi, user tetap diberi keleluasaan dalam mengontrol maupun kebebasan, dimana user dapat melakukan edit belanja jika ternyata ada barang yang ingin ditambahkan ke keranjang belanja ataupun barang yang tidak jadi dibeli.  Selain itu, user juga dapat melakukan perubahan metode pembayaran dan alamat pengiriman jika ternyata user salah memilih/ menginputkan pada langkah sebelumnya.
  • Analisis Usability Web www.kameraonline.com – Bagian 1

    Date: 2011.01.26 | Category: Usability Web (Interaksi Manusia& Komputer) | Response: 0

    Tulisan saya kali ini bertujuan untuk memenuhi tugas akhir matakuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) mengenai usability dari antarmuka sebuah situs web e-commerce di Indonesia, yaitu www.tokokameraonline.com.    Situs ini menyediakan fasilitas pembelian secara online terhadap berbagai jenis kamera digital SLR, video kamera, aksesoris kamera, MP3/MP4, serta perekam suara.

    Situs ini sendiri dimiliki oleh sebuah toko kamera yang terletak di Mall Ambasador, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Pada bagian pertama ini, saya akan memperlihatkan tampilan awal ketika user membuka situs www.tokokameraonline.com, sebelum mulai menganalisis usability dari situs web ini.

    Tampilan awal ketika membuka situs ini, yaitu sebagai berikut.

    Seperti yang terlihat pada gambar disamping, situs www.tokokameraonline.com ini memiliki tampilan antarmuka yang cukup simpel, sederhana, dan user friendly karena tiap menu-menu penting seperti login, register, daftar produk yang tersedia, fungsi pencarian, serta tata cara pembelian online dapat dengan mudah terlihat sehingga mudah dalam penggunaannya.

    Demikian sekilas mengenai situs www.tokokameraonline.com.  Analisis mengenai usability website ini akan dibahas pada postingan selanjutnya.  :)

  • Visualisasi Informasi: SpaceTime 3D, untuk pencarian visual

    Date: 2010.12.09 | Category: Uncategorized | Response: 1

    SpaceTime 3D merupakan suatu search engine yang menampilkan hasil pencariannya dalam bentuk visual.  Informasi yang diperoleh dari keyword yang diketikkan oleh user divisualisasikan dalam bentuk  tampilan halaman utama dari semua website yang berhasil ditemukan.  Bentuk visualisasi informasi pada search engine ini cukup unik karena menampilkan gambar-gambar semua web yang terkait dengan keyword yang diinputkan oleh user.  SpaceTime 3D juga memberikan user experience tersendiri bagi pengguna yang baru saja mencoba search engine ini.  Hal tersebut dikarenakan SpaceTime 3D akan menampilkan semua hasil pencarian dalam bentuk yang mudah diliat oleh pengguna dan berbentuk tiga dimensi. Search engine ini memiliki 4 fitur dimana pengguna dapat melakukan pencarian berdasarkan google,  pencarian gambar, Wikipedia, maupun Youtube.

    Berikut adalah tampilan awal dimana user dapat mengetikkan suatu keyword untuk melakukan pencarian pada google.

    

    Misalkan keyword-nya adalah Bogor, maka akan ditampilkan

    semua website yang berkaitan dengan Bogor.

    Ketika melakukan pencarian images, tampilannya adalah seperti berikut.

    SpaceTime 3D memiliki beberapa kekurangan, diantaranya gambar yang ditampilkan terlalu besar dan loadingnya cukup memakan waktu, sehingga sedikit mengganggu.  Selain itu, jika hasil pencarian yang diperoleh sangat banyak, pengguna harus melihat satu persatu dengan menggerakkan panah kekiri dan kekanan.

  • Tugas IMK: Antarmuka Website yang Kurang Efisien

    Date: 2010.09.19 | Category: Uncategorized | Response: 9

    Postingan saya kali ini bertujuan untuk memenuhi tugas Interaksi Manusia & Komputer (IMK), yaitu menilai tampilan sebuah website.  Saya akan mengulas mengenai website sepatu remaja yang sudah sangat terkenal & banyak digemari, yakni http://goshshoes.com/.  Tampilan awal website ini adalah sebagai berikut:

    Kesan pertama pada saat saya membuka website ini, tampilannya yang serba pink, girlie dan cukup simpel sangat sesuai dengan kepribadian remaja putri pada umumnya.  Sayangnya, tampilan halaman awalnya kurang efisien atau bisa dibilang sedikit boros waktu dimana user harus meng-klik gambar hati bertuliskan Gosh untuk dapat masuk ke halaman berikutnya.  Selain itu, awalnya saya juga tidak menyadari kalau ternyata tulisan Rotelli dan Bellagio dibawahnya itu juga merupakan tombol yang berisi link menuju halaman website produk lain.  Hal tersebut dikarenakan tulisan Rotelli & Bellagio itu tidak terlihat seperti tombol, hanya seperti tulisan biasa.

    Setelah kita klik gambar hati bertuliskan Gosh tersebut, maka akan muncul halaman berikut ini:
    • Halaman tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan model sepatu terbaru kepada pelanggan.  Di sebelah kanan terdapat menu scroll ke bawah (yang tidak terlalu terlihat jelas oleh user) dan saat kita scroll ke bawah hanya terdapat tambahan tulisan:
    “Special Price
    Summer collection with special price”

    • Hal ini menunjukkan bahwa menu scroll ke bawah itu tidak penting.  Sebenarnya bisa saja tulisan singkat itu diletakkan di space kosong disamping gambar sepatu sehingga menu scroll ke bawah dapat dihilangkan.  Hmm, tampaknya dibutuhkan kesabaran untuk mencapai halaman utama.  Mau tidak mau, saya harus mengklik tombol close untuk menuju halaman berikutnya.  Setelah itu saya masih harus menunggu loading selama +/-  8 detik (itupun kalau koneksi internetnya lancar) untuk menuju halaman berikut ini:
    • Gambar sewaktu menunggu loading:
    • Halaman utama yang ditampilkan setelah selesai loading:

    Pada halaman utama ditampilkan hati yang dikelilingi oleh 10 berlian yang berputar-putar.  Ternyata hanya 5 diantara 10 berlian tersebut (berselang-seling) yang dapat di klik untuk menuju menu yang diinginkan user.  Selain itu, ada hal yang kurang efisien dimana untuk memilih menu yang diinginkan, user harus mengecek tombol berlian tersebut satu-persatu karena tidak ada tulisan jika kursor tidak diarahkan ke berlian tersebut.

    Ternyata ekstra kesabaran sangat diperlukan untuk melihat berbagai koleksi sepatu dan tas  beserta harga & pilihan warna yang tersedia.  Coba perhatikan tanda panah merah pada gambar diatas.  Ketika kursor diarahkan ke salah satu berlian, muncul  tulisan berwarna putih dan relatif kecil, serta kurang kontras dengan latar belakangnya sehingga kurang jelas terlihat oleh user.

    Kelima menu yang terdapat pada berlian yang berputar  dan bisa di klik diantaranya: contact, collection, boutique, company, dan newsletter.

    1. Saat mengklik contact, akan tampil halaman seperti berikut:

    • Sekilas tulisan diatas tidak jauh berbeda satu sama lain, karena berwarna putih semua.  Ternyata tulisan Contact Form yang terletak di paling bawah merupakan link untuk menuju halaman lain.  Menurut saya, hal ini membuat user sulit untuk membedakan tulisan mana yang berupa tombol dan mana yang bukan.
    • Jika tulisan Contact Form di klik, maka tampilan yang muncul adalah seperti berikut:
    • User dapat mengirimkan pesan ke customer service melalui layanan ini.  Saya tidak menyangka dalam  halaman yang terlihat sederhana ini, ternyata terdapat 8 tombol yang dapat di klik.
    • Tombol hati disebelah kanan atas yang saya beri tanda panah hitam adalah tombol menuju halaman utama.  Sedangkan 5 berlian yang saya beri panah kuning adalah tombol untuk memilih menu yang diinginkan user.
    • Dua tombol yang saya beri panah hitam (terletak dibawah) adalah tombol submit dan back.  Ketika kursor diarahkan ke tombol submit, tidak terjadi perubahan warna ataupun ukuran tombol sehingga kurang menunjukkan ciri sebuah tombol.  Awalnya, saya kira berlian dibawah tulisan back hanya hiasan yang tidak bisa di klik seperti halnya berlian dibawah tulisan contact yang memang hanya hiasan semata.  Ternyata jika ingin kembali ke menu sebelumnya, user harus meng-klik berlian itu.  Menurut saya tampilannya pada halaman ini kurang sesuai dengan apa yang dipikirkan user (non-affordance)


    2.   Saat meng-klik collection, akan tampil halaman seperti berikut:

    Pada halaman sebelumnya, kita menemukan bahwa berlian yang saya beri tanda panah hitam berfungsi sebagai tombol back. Namun tidak demikian pada halaman ini, padahal user sudah memiliki ingatan bahwa bentuk berlian merupakan tombol back, sehingga terjadi ketidakkonsistenan.  Misalkan user meng-klik tombol shoes, maka akan ditampilkan seperti dibawah ini:

    • Berbagai jenis sepatu akan berjalan dr kiri ke kanan atau sebaliknya, tergantung mouse digerakkan kearah mana.  Bila user mengarahkan kursor pada gambar sepatu yang ingin di-klik, maka gambar sepatu tersebut sedikit membesar dan warna yang timbul justru lebih buram diantara sepatu-sepatu lainnya.  Menurut saya, mungkin lebih enak dilihat jika yg buram itu adalah sepatu lain disebelahnya, bukan sepatu yang akan dipilh user untuk di klik.  Setelah gambar sepatu di-klik, akan muncul halaman berikut:

    Sekilas, user melihat ada 4 tombol yang bisa diklik, namun kenyataannya hanya 3 tombol yang bisa di klik.  Detail, color, dan back adalah tombol, sedangkan shoes bukan tombol.  Warna tulisan memang sudah dibedakan (shoes berwarna hitam, 3 lainnya berwarna merah), namun yang membuat sangat nirip adalah berliannya.

    3. Saat meng-klik boutique, maka akan ditampilkan:

    Tulisan berwarna putih yang saya lingkari itu tidak terlihat dengan jelas apalagi terbaca.

    4. Saat meng-klik  company, maka akan ditampilkan:

    Terlalu banyak tombol yang harus di klik dari halaman utama menuju halaman ini.  Terlebih lagi pada halaman ini, user disajikan 2 tombol (history & design)  yang tidak terlalu diperlukan.

    Misalnya, pada saat user meng-klik tombol history, informasi yang disajikan sangat singkat, sehingga untuk menghemat waktu bisa saja informasi mengenai history maupun design disatukan dalam satu halaman sehingga user tidak perlu terlalu banyak mengklik tombol.  Selain itu, terdapat tombol scroll ke bawah yang tidak terlihat fungsinya karena hanya membuat tulisan naik-turun saja (tidak terdapat penambahan tulisan lain, selain semua tulisan yang tadi sudah terlihat oleh user).   Tulisan yang ditampilkan juga terlalu kecil, padahal masih memungkinkan untuk sedikit diperbesar.

    Saya juga sempat bingung ketika mencari tombol back pada halaman ini.  Berlian yang saya beri tanda panah berwarna kuning, biasanya tidak dapat di klik. Ternyata, khusus pada halaman ini jika user mengarahkan kursor menuju berlian tersebut, muncullah tulisan back dan berlian bisa di klik. Padahal berdasar pengalaman saya menggunakan menu pada halaman sebelumnya, tombol berlian yang terletak sama persis disana tidak bisa di-klik.  (-_-“)

    Kesimpulan yang saya peroleh dari antarmuka website ini, yaitu website ini belum menerapkan user experience dimana tampilan yang serba pink memang menarik bagi remaja putri, tetapi cuma kesenangan sesaat saja.  Kenyamanan user lebih ditentukan oleh kemudahan dalam menggunakan website.  Website harus lebih efisien dan efektif sehingga user dapat melihat katalog sepatu & tas beserta harganya dengan waktu yang lebih cepat & tidak banyak tombol yang harus di-klik.

    Sekian ulasan singkat dari saya, silahkan menambahkan komentar dibawah ini ya teman-teman… ^_^